Gumam Malam - Biarkan Semesta Bekerja
Pernah enggak sih merasa kalau semua yang sudah kita lakukan terbuang sia-sia begitu saja?
Sama, saya juga pernah merasakan hal itu. Stress. Iya, pasti. Perasaan itu selalu muncul ketika saya gagal mendapatkan apa yang selama ini telah saya usahakan. Namun saya belajar, kalau hidup enggak cuma buat mencapai satu tujuan. Saya melupakan proses atau sistem yang bekerja selama berusaha menuju satu tujuan yang sangat saya ingin capai.
Bicara proses atau sistem, baru-baru ini saya sedang suka-sukanya membaca buku tentang 'Self Improvement'. Salah satunya yang sedang saya baca adalah Atomic Habits dari James Clear. Belum selesai sih membacanya, tapi belum ada 1/3 membaca saja sudah buat saya kagum hehehe. Iya, soalnya di dalam buku itu dijelaskan secara detil bagaimana cara kita membangun Habit atau Kebiasaan. Yang saya suka dengan buku itu adalah bukan sekedar asumsi, James menguatkan argumennya dengan data-data yang ia punya. Hal lain yang bikin saya makin jatuh hati dengan buku ini adalah ketika James menggambarkan grafik yang menggambarkan bahwa selama kita berproses dalam membangun kebiasaan baik itu selalu meningkatkan kapasitas diri kita sangat besar, yang enggak pernah kita sadari.
Sama seperti yang terjadi kepada saya saat ini. Tujuan saya menjadi seorang jurnalis sepak bola. Kalau dilihat dari kebiasaan saya, saya memang senang dengan sepak bola sejak SD. Tapi saya baru mendalami berita sepak bola sejak SMA menuju kuliah. Setiap harinya saya selalu membaca artikel sepak bola, berharap saya bisa lebih mendalami olahraga tersebut. Namun faktanya, hingga saat ini saya masih belum menjadi jurnalis sepak bola. Saya belum paham betul tentang strategi dan orang-orang di dalamnya. Saya merasa gagal dan tidak berkembang. Itu yang saya rasakan saat ini.
Namun kalau dilihat dari grafik yang digambarkan oleh James dalam bukunya, ia menekankan pada proses atau sistem, yakni perjalanan menuju tujuan yang ingin saya capai. Di grafik tersebut tergambar bahwa perkembangan dalam diri saya tentang sepak bola semakin meningkat. Kenapa? Karena tanpa saya sadari kebiasaan yang saya coba bangun untuk menjadi seorang jurnalis terus menambah wawasan saya tentang sepak bola. Kesenangan saya membaca berita sepak bola, secara tidak sadar, terus memupuh pengetahuan saya tentang sepak bola, yang sebelumnya saya tidak tahu.
Lalu kenapa saya merasa gagal? Karena saya belum mencapai tujuan yang saya inginkan. Padahal membangun kebiasaan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apalagi kalau membahas pekerjaan impian, ada banyak faktor yang bisa menjadikan itu kenyataan.
Itu dia sedikit pelajaran dari buku yang saya baca. Sebenarnya gumam malam ini tidak membahas Atomic Habits, tapi karena bersinggungan dengan proses atau sistem di awal, saya jadi kepincut untung membahas buku bagus yang menekankan pada proses ini hehehe. Mari kita ke topik utama ya.
Di awal blog saya bilang kalau setiap orang pasti pernah merasa yang kita lakukan sia-sia, kamu pernah gak merasakan itu?
Saya dulu sesering itu merasa enggak berguna,. Apalagi saya dikelilingi orang pintar, berguna bagi orang sekitar, dan sudah sangat jelas mereka melakukan hal baik untuk orang lain. Bagaimana dengan saya? Saya merasa menjadi satu-satunya pecundang yang hidup di tengah orang baik. Saya enggak bisa apa-apa, bodoh, enggak punya teman, kalaupun ada itu-itu saja, enggak gaul, penakut, dan lain sebagainya.
Namun di sisi lain saya berpikir bahwa setiap orang punya keindahannya masing-masing. Setiap orang punya cara masing-masing melakukan hal baik. Setiap orang pasti punya cara masing-masing untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang sekitar. Setiap orang selalu punya keunikkan dalam dirinya, yang orang lain enggak punya. Setiap orang pasti punya itu. Saya yakin itu.
Tapi masalahnya apa? Bagaimana saya tahu?
Untuk menjawab semua pertanyaan itu, saya penasaran. Saya mencoba menjadi seorang pencari. Saya mendobrak zona nyaman yang selama ini saya tinggali. Saya mencari tahu siapa diri saya, apa yang sebenarnya saya suka, dan hal apa yang saya tidak suka. Mungkin selama ini saya hidup dalam bayangan orang lain dan hanya mengikuti alur kehidupan yang ada. Sesekali saya mencoba untuk berani memulai perbincangan, berani berpendapat yang berbeda di depan umum, dan semua hal yang enggak biasa saya lakukan. Melalui berbagai cara saya lakukan untuk mulai mencari jati diri saya sendiri, saya mencari, dan mencari.
Hingga sampailah saya di sini. Berada di tengah sinar matahari yang menyengat. Mencoba menikmati panasnya terik matahari di antara orang-orang yang menggunakan mantel tebal di musim panas. Menikmati bulan dan bintang di kala malam sambil mengucap rasa syukur karena telah berani mengambil langkah yang cukup beresiko untuk hidup saya.
Perjalanan selama berproses adalah masa-masa yang sangat perlu dinikmati. Mengeluh boleh, menyerah jangan hehehe. Pergolakan batin dan pikiran selalu hadir, tapi jangan lelah. Kita semua berproses, jangan membandingkan cara berproses saya dengan kamu. Tidak akan sama karena kita punya ketertarikkan dan latar belakang kehidupan yang berbeda. Semua orang punya cara masing-masing untuk berproses.
Membahas pergolakan dengan diri sendiri, saya ada beberapa rekomendasi lagu. Untuk yang suka lagu mellow, coba dengerin lagu Kunto Aji di album Mantra-mantra dan untuk yang suka lagu keras coba dengerin Barasuara - Taifun. Nikmati lirik dan musiknya )))
Dalam berproses itu enggak ada yang sia-sia di dunia ini. Kembali menyenggol buku yang sempat dibahas di awal. Sebenarnya kapasitas diri kita meningkat tanpa kita sadari. Hal itu lah yang terjadi pada kita saat kita berproses, ketika kita keluar dari zona nyaman, yang sebenarnya memang tidak semudah itu. Sulit, sangat sulit. Takut akan ejekan, cacian dari orang sekitar. Di momen seperti itu, kembalilah pada komitmen mengapa kamu ingin keluar dari zona nyaman. Ide atau gagasan itulah yang akan menguatkanmu di antara hujatan dan cacian. Percayalah Gusti mboten sare, biarkan semesta bekerja.
Sekian Gumam Malam, malam ini. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kita semua. Bahagialah karena diri sendiri jangan letakkan kebahagiaanmu pada orang lain. Tidak akan awet hehehe. Semua yang berawal atas kemauan sendiri akan lebih awet daripada melakukan sesuatu karena orang lain.
Enggak percaya? Coba deh wkkw
Eh udahan, kan udah closing. Selamat beristirahat!
Sama, saya juga pernah merasakan hal itu. Stress. Iya, pasti. Perasaan itu selalu muncul ketika saya gagal mendapatkan apa yang selama ini telah saya usahakan. Namun saya belajar, kalau hidup enggak cuma buat mencapai satu tujuan. Saya melupakan proses atau sistem yang bekerja selama berusaha menuju satu tujuan yang sangat saya ingin capai.
Bicara proses atau sistem, baru-baru ini saya sedang suka-sukanya membaca buku tentang 'Self Improvement'. Salah satunya yang sedang saya baca adalah Atomic Habits dari James Clear. Belum selesai sih membacanya, tapi belum ada 1/3 membaca saja sudah buat saya kagum hehehe. Iya, soalnya di dalam buku itu dijelaskan secara detil bagaimana cara kita membangun Habit atau Kebiasaan. Yang saya suka dengan buku itu adalah bukan sekedar asumsi, James menguatkan argumennya dengan data-data yang ia punya. Hal lain yang bikin saya makin jatuh hati dengan buku ini adalah ketika James menggambarkan grafik yang menggambarkan bahwa selama kita berproses dalam membangun kebiasaan baik itu selalu meningkatkan kapasitas diri kita sangat besar, yang enggak pernah kita sadari.
Sama seperti yang terjadi kepada saya saat ini. Tujuan saya menjadi seorang jurnalis sepak bola. Kalau dilihat dari kebiasaan saya, saya memang senang dengan sepak bola sejak SD. Tapi saya baru mendalami berita sepak bola sejak SMA menuju kuliah. Setiap harinya saya selalu membaca artikel sepak bola, berharap saya bisa lebih mendalami olahraga tersebut. Namun faktanya, hingga saat ini saya masih belum menjadi jurnalis sepak bola. Saya belum paham betul tentang strategi dan orang-orang di dalamnya. Saya merasa gagal dan tidak berkembang. Itu yang saya rasakan saat ini.
![]() |
| Atomic Habits - James Clear |
Lalu kenapa saya merasa gagal? Karena saya belum mencapai tujuan yang saya inginkan. Padahal membangun kebiasaan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apalagi kalau membahas pekerjaan impian, ada banyak faktor yang bisa menjadikan itu kenyataan.
Itu dia sedikit pelajaran dari buku yang saya baca. Sebenarnya gumam malam ini tidak membahas Atomic Habits, tapi karena bersinggungan dengan proses atau sistem di awal, saya jadi kepincut untung membahas buku bagus yang menekankan pada proses ini hehehe. Mari kita ke topik utama ya.
Di awal blog saya bilang kalau setiap orang pasti pernah merasa yang kita lakukan sia-sia, kamu pernah gak merasakan itu?
Saya dulu sesering itu merasa enggak berguna,. Apalagi saya dikelilingi orang pintar, berguna bagi orang sekitar, dan sudah sangat jelas mereka melakukan hal baik untuk orang lain. Bagaimana dengan saya? Saya merasa menjadi satu-satunya pecundang yang hidup di tengah orang baik. Saya enggak bisa apa-apa, bodoh, enggak punya teman, kalaupun ada itu-itu saja, enggak gaul, penakut, dan lain sebagainya.
Namun di sisi lain saya berpikir bahwa setiap orang punya keindahannya masing-masing. Setiap orang punya cara masing-masing melakukan hal baik. Setiap orang pasti punya cara masing-masing untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang sekitar. Setiap orang selalu punya keunikkan dalam dirinya, yang orang lain enggak punya. Setiap orang pasti punya itu. Saya yakin itu.
Tapi masalahnya apa? Bagaimana saya tahu?
Untuk menjawab semua pertanyaan itu, saya penasaran. Saya mencoba menjadi seorang pencari. Saya mendobrak zona nyaman yang selama ini saya tinggali. Saya mencari tahu siapa diri saya, apa yang sebenarnya saya suka, dan hal apa yang saya tidak suka. Mungkin selama ini saya hidup dalam bayangan orang lain dan hanya mengikuti alur kehidupan yang ada. Sesekali saya mencoba untuk berani memulai perbincangan, berani berpendapat yang berbeda di depan umum, dan semua hal yang enggak biasa saya lakukan. Melalui berbagai cara saya lakukan untuk mulai mencari jati diri saya sendiri, saya mencari, dan mencari.
Hingga sampailah saya di sini. Berada di tengah sinar matahari yang menyengat. Mencoba menikmati panasnya terik matahari di antara orang-orang yang menggunakan mantel tebal di musim panas. Menikmati bulan dan bintang di kala malam sambil mengucap rasa syukur karena telah berani mengambil langkah yang cukup beresiko untuk hidup saya.
Perjalanan selama berproses adalah masa-masa yang sangat perlu dinikmati. Mengeluh boleh, menyerah jangan hehehe. Pergolakan batin dan pikiran selalu hadir, tapi jangan lelah. Kita semua berproses, jangan membandingkan cara berproses saya dengan kamu. Tidak akan sama karena kita punya ketertarikkan dan latar belakang kehidupan yang berbeda. Semua orang punya cara masing-masing untuk berproses.
Membahas pergolakan dengan diri sendiri, saya ada beberapa rekomendasi lagu. Untuk yang suka lagu mellow, coba dengerin lagu Kunto Aji di album Mantra-mantra dan untuk yang suka lagu keras coba dengerin Barasuara - Taifun. Nikmati lirik dan musiknya )))
Dalam berproses itu enggak ada yang sia-sia di dunia ini. Kembali menyenggol buku yang sempat dibahas di awal. Sebenarnya kapasitas diri kita meningkat tanpa kita sadari. Hal itu lah yang terjadi pada kita saat kita berproses, ketika kita keluar dari zona nyaman, yang sebenarnya memang tidak semudah itu. Sulit, sangat sulit. Takut akan ejekan, cacian dari orang sekitar. Di momen seperti itu, kembalilah pada komitmen mengapa kamu ingin keluar dari zona nyaman. Ide atau gagasan itulah yang akan menguatkanmu di antara hujatan dan cacian. Percayalah Gusti mboten sare, biarkan semesta bekerja.
Sekian Gumam Malam, malam ini. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kita semua. Bahagialah karena diri sendiri jangan letakkan kebahagiaanmu pada orang lain. Tidak akan awet hehehe. Semua yang berawal atas kemauan sendiri akan lebih awet daripada melakukan sesuatu karena orang lain.
Enggak percaya? Coba deh wkkw
Eh udahan, kan udah closing. Selamat beristirahat!



Ntaps :)
ReplyDeleteThankie :D
Delete