'Aku tidak ingin menjadi dewasa'

'Aku tidak ingin menjadi dewasa' - #30DaysWritingChallenge


'Tanpa mereka, saya bukan siapa-siapa di dunia ini'

Dengan kalimat pembuka tersebut, mungkin kamu sudah tahu saya akan menceritakan tentang siapa hehehe. Betul, orangtua. Ucapan terima kasih enggak akan pernah membalas semua kebaikan mereka. Sekeras apapun saya bekerja, enggak akan mampu memenuhi semua yang telah mereka lakukan untuk saya.

Sejujurnya, hubungan saya dengan orangtua enggak terlalu sempurna. Pastinya, pernah ada pertengkaran hebat. Pernah. Ditambah lagi, hampir 10 tahun saya jauh dari orangtua. Saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman sekolah, kuliah, dan mbah. Saya hanya bertemu orangtua di akhir pekan.

Di masa pubertas, teman-teman menjadi kawanan yang lebih menyenangkan untuk menjadi tempat cerita daripada orangtua. Meski di awal, saat tidak lagi tinggal bersama orangtua, begitu banyak drama yang terjadi, karena saya terbiasa bercerita dengan mereka seusai pulang sekolah saat di bangku Sekolah Dasar (SD). Namun saat SMP semuanya perlahan berubah, meski setiap hari berhubungan via telepon, perlahan intensitas itu berkurang dan membuat saya lebih banyak berinteraksi dengan teman-teman di sekolah.

Pada akhirnya, kehadiran mereka selalu jadi obat paling ampuh

Alhasil, ada banyak perubahan yang terjadi. Namun begitu, tidak bisa dipungkiri, saat hal terburuk terjadi di sekolah, saya tetap butuh mereka dan membuat saya untuk pulang dan bertemu mereka. Meskipun hanya sekedar menangis, tanpa menceritakan apapun, saya merasa lega bisa dekat dengan mereka. Hal itu sudah sangat menenangkan. 

Dan sekarang, di umur yang hampir menuju seperempat abad, saya sangat merindukan kasih sayang mereka. Sejujurnya, setiap bersama keluarga, saya selalu merasa masih bocah SMA. Aneh rasanya saat saya semakin bertumbuh, menggunakan pakaian yang lebih dewasa. Bahkan saya enggan menggunakan make-up saat kuliah. Hm, mungkin lebih tepatnya saya tidak mau dan tidak bisa, karena saya masih merasa bocah SMA dan merasa sangat tidak cocok dengan pakaian tersebut.

'Aku tidak ingin menjadi dewasa'

Perasaan itu masih muncul hingga saat ini, namun perlahan lingkungan memaksa saya untuk selalu tumbuh, berkembang, dan menjadi dewasa. Banyak pengalaman di luar yang enggak pernah saya dapatkan saat kecil. Hal-hal seperti itu, ingin sekali saya ceritakan setiap detilnya kepada orangtua. Sayangnya, saya enggak bisa. Saya takut mereka kecewa atau bahkan khawatir dengan perjalanan yang saya lalui ini. Sehingga saya memilih untuk diam dan terkesan dingin. Meski dari lubuk hati terdalam, saya ingin sekali sekedar memeluk dan menangis di setiap saya merasa lelah dengan keadaan. Menangis seperti waktu kecil dulu dan mengadu kepada mereka bahwa ada banyak hal yang menyakiti perasaan saya...

Di sisi lain, sebagai anak sulung, ada hal yang mesti dilakukan dan menjadi tanggung jawab secara pribadi, tanpa ada pemaksaan dari mereka. Semua perasaan itu campur aduk, tanpa bisa terucapkan. 

Yang pasti, saya sangat ingin bisa kembali seperti dulu saat kecil. Saya ingin berada di pundak bapak saat mengajarkan saya untuk bisa berenang, menjaga saya. Rasanya itu baru terjadi kemarin. Saat saya sakit, ibu merawat saya, menyediakan buah, bubur, dan obat. Saat saya sedih karena teman-teman mengejek fisik atau sikap saya, ingin sekali mengadu kepada mereka dan menangis selayaknya anak kecil dulu. Kemudian mereka dengan sabar mengelus rambut saya dan memeluk dengan penuh rasa sayang.

Semua hal itu sangat saya rindukan. Itu adalah masa-masa sulit yang selalu membuat saya mengeluarkan air mata dan tidak ingin menjadi dewasa. Saya ingin selalu menjadi anak kecil buat ibu dan bapak. Tapi, saya juga ingin membuat mereka bangga serta melihat mereka dan saya bahagia.

Maafkan saya jika selama ini begitu banyak kalimat dan sikap yang pernah menyakiti ibu dan bapak. Kalian selalu ada dalam doa dan hati saya. Perasaan ketakutan akan kehilangan mereka kadang membuat saya sakit. Semoga mereka selalu dalam keadaan sehat-sehat, yaAllah. Amiiin. Jaga mereka Tuhan, peluk mereka, berikan mereka kebahagiaan, mereka layak untuk mendapatkan yang terbaik dariMu. 

Salam, dari aku yang menulis ini sambil merengek karena menjadi pengecut dan tidak bisa oenyoe kepada mereka. But, I really love them so muuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuch!

Sampai berjumpa!

Comments

Popular Posts