Buat Kamu yang Bertanya: 'Kok sendirian aja, Ti?'

Buat Kamu yang Bertanya: 'Kok Sendirian Aja, Ti?'


Kalimat yang saya jadikan judul itu cukup sering ditujukan kepada saya. Enggak jarang saya menjawabnya sambil becanda atau bahkan kesal sendiri, karena terlalu sering ditanya hal ini.

Ada banyak hal yang enggak bisa saya ceritakan kepada semua orang. Dan bagi saya soal menjadi single, jomblo, punya pacar, atau yang lainnya adalah urusan pribadi. Terserah orang itu, mau cerita atau enggak. Kalau memang dia bersedia untuk menceritakannya, ya, enggak perlu ditanya juga orang itu akan cerita, kok. Akan ada waktunya. Sesekali boleh bertanya, setelahnya tunggu sampai dia bercerita sendiri. Saya, salah satu orang yang seperti itu.

Sejujurnya, membahas hubungan secara blak-blakan di media sosial juga bukan hal yang saya suka. Aneh rasanya mengumbar hubungan pribadi di media sosial. Lucunya, banyak dari kita menilai hubungan atau status orang hanya berdasarkan status atau foto yang diunggah di media sosial. Padahal yang nampak di media sosial, belum tentu sama dengan realita. Bagi saya, semua yang diunggah di media sosial hanyalah hal-hal yang hanya ingin diceritakan saja. Mungkin ada sebagian orang yang punya banyak cerita, tapi enggak mau menyampaikannya di media sosial. Singkatnya, media sosial enggak bisa sepenuhnya jadi representasi diri orang. Semua tergantung dengan personanya masing-masing.

Jadi, sebenernya, status lo gimana?

Hingga saat ini, sering banget pertanyaan ini bermunculan. Dan saya cuma bisa tersenyum. Saya akan menjawabnya saat saya merasa sudah dekat dengan orang tersebut. Pun sudah dekat, belum tentu saya nyaman untuk bercerita kepadanya. Yang pasti, akan ada momen di mana saya bisa mulai terbuka dan menceritakan semuanya saat saya siap. Sampai saat ini, saya belum siap untuk cerita banyak hehehe

Tapi, bahagia? Seiring berjalannya waktu, saya banyak bertumbuh dan belajar dengan mulai memahami dan menerima berbagai hal. Meski terkadang perasaan yang jadi kendala itu masih hadir. Namun perlahan saya mencoba untuk bisa kembali dan beraktivitas, sekaligus belajar menerima atas apa yang terjadi hingga saat ini. Iya, semakin dewasa, ternyata perasaan menerima itu cukup sulit.

Tunggu waktu yang tepat ya! Saya akan cerita semuanya.

Comments

Popular Posts