#GumamMalam - Beropini tentang Virus Covid-19 (part 2)
![]() |
| Sumber Instagram: @ifyouhigh |
Minggu pertama social distancing, mesti beribadah di rumah atau tempat ibadah seperti biasa?
Di tengah gemuruhnya pandemi Virus Covid-19, ada beberapa masyarakat yang menolak untuk melakukan Social distancing. Ada yang menolak dengan alasan agama karena social distancing ini tempat beribadah banyak yang ditutup. Sehingga tidak diizinkan menjalankan ibadah seperti biasanya.Melihat kejadian seperti ini, mengingatkan saya kepada pesan yang disampaikan oleh Quraish Shihab di salah satu episode Shihab&Shihab. Beliau menyatakan kalau ‘kemanusiaan di atas keberagamaan’. Maksudnya, social distancing adalah salah satu sikap yang diambil oleh pemerintah agar penyebaran virus Covid-19 bisa menurun. Analoginya akan seperti video di bawah ini, teman-teman. Hal kecil tapi sangat memberikan dampak bagi orang sekitar kita.
Untuk itu, bagi saya, pernyataan tersebut tepat sekali untuk menggambarkan kondisi saat ini. Rasanya terlalu egois untuk tetap menjalankan ibadah di mesjid padahal kita sendiri tidak tahu, apakah kita dalam kondisi sehat atau justru sebagai pembawa virus tersebut? Kita bisa saja menularkan virus ini kepada jamaah yang ada di sebelah kita dan yang lainnya. Lewat social distancing dan beribadah di rumah, kita bisa menurunkan penularan tersebut. Wallahualam...
Ada video dari kisah Khalifah Umar bin Khattab yang diposting oleh Aa Gym dalam akun media sosialnya di Twitter. Dalam video tersebut menceritakan suatu hari ada wabah yang mematikan. Kalian bisa tonton video lengkapnya di sini.
Intinya, saya percaya bahwa agama bukan penghalang untuk bisa menjaga satu sama lain. Seperti yang Quraish Shihab bilang dalam bukunya, Agama itu dinamis dan membawa perdamaian untuk hidup kita. Saya percaya itu, Tuhan memahami keadaan kita saat ini karena ini adalah salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka penyebaran Virus Covid-19. Wallahualam... Semoga Tuhan selalu menjaga kita dan mengangkat segala penyakit yang ada pada tubuh kita. Aamiiin.
Kenapa kita enggak belajar dari negara lain?
Di saat kita masih sibuk huru-hara dengan masalah kehabisan stok karena panic buying, hingga perdebatan solat di rumah atau enggak, sulitnya masyarakat diajak gotong royong untuk social distancing, angka kematian dan pasien positif Corona terus bertambah. Jujur, saya sendiri merasa sangat takut dan tidak aman di negara sendiri. Kita perlu bergotong royong sekarang, pemerintah dan masyarakat.Meanwhile, negara Korea Selatan mengambil langkah yang sangat tepat dan patut dicontoh. Tapi, kan warga mereka juga banyak yang positif, Ti? Masih patut gitu dibuat contoh?
Nah ini, yang perlu diklarifikasi. Pasien positif mereka melonjak naik KARENA pemerintah mereka mengadakan tes gratis kepada seluruh masyarakatnya. Dengan begitu, pemerintah jadi tahu siapa saja yang positif Corona dan membawa atau ‘carrier’ Virus Covid-19. Ditambah lagi ada satu kasus ‘super spreader’ yang akhirnya nyebarin Virus Covid-19 ke banyak orang di sekitarnya. TAPI angka lonjakan ini lebih baik diketahui di awal sehingga Pemerintah bisa segera melakukan isolasi terhadap pasien tersebut. Dan hal itu pula yang akhirnya membantu menurunkan laju penyebaran Virus Covid-19 di lingkungan sekitar kita.
Untuk itu, saya gemesh banget sejak kali pertama liat sikap Indonesia yang belum tegas mengatasi hal ini dan malah memberikan hotline aja. Makanya, saya sempat menceritakan keluh kesah ini di media sosial. Namun saya sadar, saya hanya masyarakat biasa yang hanya bisa bersuara dan mendesak. Beruntungnya, banyak orang yang punya power dan memiliki pemikiran yang sama seperti saya. Alhasil, baru-baru ini Pemerintah akan melakukan tes massal dalam waktu dekat ini. Kita sebagai masyarakat, wajib mengawal sikap pemerintah ini agar semua masyarakat bisa mengikuti tes massal ini tanpa terkecuali. Saya harap Pemerintah bisa mengatasi Virus Covid-19 menjadi lebih baik lagi. Minggu depan, pemerintah kabarnya akan mulai melakukan tes massal.
Mari kita dukung langkah pemerintah ini dan bergotong royong bersama mengatasi pandemi Virus Covid-19!
Tetap jaga kesehatan dan hubungi orang di sekitarmu ya. Bagi beberapa orang seperti anak rantau yang tinggal di tempat kos, social distancing adalah hal yang membosankan dan bisa memicu rasa depresi karena merasa sendirian. Jadi, sebisa mungkin hubungi mereka dan keep in touch. Kita tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini jika kita tidak menghubunginya.
Mari saling jaga satu sama lain, teman-teman. Stay healthy!



Comments
Post a Comment