Bukan 'Gagal Move On', Tapi 'Life Must Go On'

Bukan 'Gagal Move On', Tapi 'Life Must Go On' - #30DaysWritingChallenge


Katanya, kalau kita terlalu sering mengingat masa lalu, artinya hidup yang sedang dijalani ini enggak sebahagia dulu. Kamu setuju, enggak, dengan pernyataan itu?

Saya, sih, enggak. Kenangan atau memori di masa lalu itu menyimpan banyak hal, yang membuat saya jadi lebih emosional. Entah dalam seminggu, seberapa sering saya melihat ke belakang. Apalagi saat ini ada banyak fitur yang mengingatkan kita pada masa lalu di Instagram maupun Facebook. Secara enggak langsung membawa kita ke masa itu. 

Rindu? Pasti. Tapi tidak ingin kembali. Pun, bisa diizinkan untuk kembali, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada masa lalu. Tidak ingin merubah apapun. Karena tanpa mereka, hidup saya enggak akan seperti sekarang. Perjalanan saya mungkin bisa lebih berat dari sekarang.

Ohiya, membahas kenangan, masa lalu. Ada banyak hal yang bisa membawa pikiran kita ke masa lalu. Iya, enggak hanya foto yang bisa mengabadikan masa lalu. Melalui lagu, wangi, hingga tempat bisa mengabadikan semua kenanganmu di masa lalu.

Hm, pernah, enggak, kamu tidak sengaja memainkan musik yang sering kamu dengarkan saat di bangku SMA? Saat mendengarkannya, lagu itu secara magis membawamu kembali ke masa putih abu-abu. Dengan berbagai kejadian yang pernah kamu rasakan saat lantunan lagu itu dimainkan. Meski kenangan tidak selalu baik, tapi saya sangat menikmati perasaan itu, saat mengenang kembali ke masa lalu.

Salah satu lagu yang sangat terkenang adalah Love Yourself dari Justin Bieber. Setiap lagu itu dimainkan, ia selalu berhasil membawa saya kembali ke bangku kuliah. Saat di mana saya sedang gerasak-gerusuk menyelesaikan tugas Bahasa Indonesia Akademik (BIA), mencari bahan dan materi untuk dijadikan bahan tugas saya. Yang sekaligus ingin saya gunakan sebagai skripsi di semester selanjutnya. Pada momen itu, semua perasaan muncul, capek, mau menyerah, sedih, enggak percaya diri, dan perasaan lainnya. Hingga saya akhirnya berhasil menyelesaikan tugas BIA, meski tidak sesuai dengan target yang ingin dicapai. Tapi saya bersyukur bisa menyelesaikannya dengan baik.

Tidak sampai di sana, lagu yang sama juga masih terus berputar, menemani perjalanan skripsi saya. Kali ini lebih berat, saya memilih untuk magang di salah satu ecommerce BUMN, sekaligus mengerjakan skripsi dan bimbingan setiap hari Rabu. Dan tanpa sadar, semua perjalanan sulit saya saat itu terekam dalam lagu Love Yourself.

Sampai saat ini, lagu Love Yourself mengingatkan saya pada perjuangan di masa-masa kuliah. Meskipun bukan kenangan yang sangat baik. Tapi saya sangat senang saat mendengarkan lagu tersebut. Momen-momen perjuangan dan semangat saya saat itu masih terasa di setiap saya mendengarkan lagu ini. Seakan-akan saya saat itu punya pilihan untuk menyerah dan gagal. Tapi saya terus berusaha hingga sampai lah saya di sini.

Itu adalah salah satu kenangan yang enggak akan pernah saya lupakan. Bukan, ini bukan 'gagal move on', justru life must go on. Kenangan menyadarkan saya untuk terus berjalan bukan untuk terus berhenti mengingat masa lalu. Kalau saja kenangan itu bisa disimpan dan merupakan makhluk hidup, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih, terima kasih, dan terima kasih. 

Tanpa kenangan, hidup saya enggak akan seperti saat ini. Sampai berjumpa di #30DaysWritingChallenge besok!

Comments

Popular Posts