Menerima Keadaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Di hari ke-9 #30DaysWritingChallenge ini, saya diminta untuk menulis tentang kebahagiaan. Hm, sejujurnya, rada bingung mau menulis apa. Let me share this...
Setelah hidup hampir seperempat abad, kebahagiaan menjadi salah satu hal yang saya harapkan selalu hadir di setiap perjalanan hidup. Dan sejujurnya, saya mendapatkan itu. Namun semenjak keluar dari zona nyaman, tepatnya setelah lulus kuliah, banyak hal yang berubah dan merusak semua kebahagiaan yang pernah hadir dalam hidup saya. Seakan-akan realita menampar semua kehidupan saya yang bahagia dan sempurna.
Setelah berkemabang, bertumbuh, beradaptasi melewati semua keadaan yang cukup sulit, akhirnya saya sadar...kalau hidup bukan hanya tentang kebahagiaan, tapi juga menerima. Menerima bahwa kebahagiaan enggak selamanya hadir dalam hidup ini. Manusia pasti pernah merasakan kesedihan, kecewa, marah karena gagal, dan sebagainya.
Dan saat semua perasaan itu hadir kebahagiaan yang sesungguhnya benar-benar akan hadir dan tumbuh. Meskipun enggak menutup kemungkinan bahwa suatu hari akan ada hal yang membuat kita bahagia. Namun kembali lagi, menerima. Iya, menerima adalah kunci agar saya enggak lagi-lagi menutup mata dengan ketidaksempurnaan. Sehingga saya bisa merasakan kebahagiaan yang tulus dari dalam hati.
Jadi, bagi saya, kebahagiaan itu adalah saat saya mulai menerima perasaan dan keadaan yang telah dan sedang terjadi selama perjalanan hidup ini. Dan semua itu hadir dalam diri sendiri. Sehingga hal-hal kecil atau sederhana bisa membuat bahagia seperti melihat seorang ibu tertawa bersama anaknya, juga bisa membuat saya bahagia.
Terima kasih aku, telah melewati semua perjalanan hidup ini dan perlahan mulai menerima keadaan yang tidak selalu sempurna ini.



Comments
Post a Comment