Wajah Mereka yang Selalu Hadir dan Membuat Saya Bangkit
FYI, saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saya punya adik perempuan dan laki-laki. Selisih umur saya dan adik saya 2 tahun. Bagi saya, dia adalah anak yang mandiri dan sangat tegar. Meski tidak terlalu sering berbagi cerita dengannya, saya sangat bangga dengan personaliti yang dimilikinya itu. Saya yakin, di masa depan nanti dia pasti jadi perempuan hebat dan kuat secara mental.
Adik kedua saya seorang laki-laki, dengan selisih umur 6 tahun. Dia adalah anak yang sangat tekun yang pernah saya temui. Hampir setiap hari saya melihat dia membuka buku setiap malam. Entah apa yang dikerjakan, tapi dia selalu melakukan hal yang sama setiap malam. Bahkan saat tidak ada ulangan atau sedang berlibur. Saya yakin, dengan ketekunannya itu, dia pasti bisa menjadi orang sukses di masa depan nanti dan menjadi orang yang pekerja keras.
Di postingan ini, pasti sangat terlihat bagaimana hubungan saya dengan mereka. Iya, kami enggak terlalu dekat. Salah satu alasannya pernah saya ceritakan di postingan beberapa waktu lalu. Sejak SMP hingga kerja, saya tinggal bersama mbah saya di Jakarta, yang mana saya hanya pulang seminggu sekali setiap hari Jumat-Senin pagi. Sehingga hubungan kami tidak terlalu dekat.
Baru-baru ini setelah saya kerja di tempat yang armadanya mudah ke rumah di Bekasi, saya memutuskan untuk tinggal di rumah sepenuhnya dan tidak lagi tinggal bersama mbah saya. Saat itulah, saya mulai sering bertemu keluarga saya sendiri. Bisa dibilang, saya juga masih bertumbuh untuk membangun komunikasi bersama keluarga saya sendiri. Karena saya juga tidak tahu sampai kapan saya bisa tinggal bersama mereka.
Namun hal yang sangat ingin saya sampaikan di sini dan tidak berani saya sampaikan secara langsung adalah saya berterima kasih memiliki keluarga seperti mereka. Meskipun ada banyak kekurangan pada saya, mereka masih bisa menerima saya dengan baik dengan tangan terbuka. Mereka selalu hadir dalam rasa syukur saya, setiap saya jatuh dan ingin menyerah. Wajah mereka selalu hadir dan menjadi penyemangat saya untuk bisa terus berjalan menghadapi keadaan yang mesti saya lewati. Tanpa mereka saya enggak akan bisa menjadi perempuan tegar. Tanpa mereka saya enggak akan bisa tumbuh dengan perasaan sayang dan cinta dari mereka.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih



Comments
Post a Comment