Yes, I have a dream

Yes, I have a dream - #30DaysWritingChallenge


'Tempat apa yang paling ingin dikunjungi?'

Menjawab pertanyaan itu, ada satu tempat yang paling ingin saya kunjungi sejak satu dekade lalu. Ini bukan tempat biasa dan sama sekali tidak sederhana. Makanya saya memberi judul I have a dream, karena hingga saat ini masih sebuah mimpi. Semoga beberapa tahun ke depan, saya bisa mewujudkannya ya. Mohon doanya teman-teman.

Spanyol, Madrid, Santiago Bernabeu, Casillas calle

Iya, itu semua adalah tempat yang sangat sangat sangat ingin saya kunjungi setelah Mekkah. Kenapa Spanyol? Kenapa bukan Prancis?

Semuanya berawal sejak saya mengidolakan seseorang. Saya jadi sangat ingin mengunjungi tempat yang bersejarah ini. Bukan bagi saya, bersejarah bagi idola saya. Lalu, kenapa mau ke sana? Karena tempat itu bersejarah bagi idola saya, jadi saya mau mengunjunginya hehehe. Secetek itu memang alasannya. Lebih bersyukur lagi saat saya ke sana ada dia lagi duduk atau latihan, tapi rasanya enggak mungkin.

Oke, jangan main tebak-tebakan. Seseorang ini adalah idola pertama saya di bidang olahraga. Dia juga yang menjadi alasan pertama saya kenapa jatuh hati pada sepak bola, bahasa dan budaya Spanyol, sampai Santiago Bernabeu. Iya, Iker Casillas adalah alasan utama kenapa saya sangat ingin pergi ke Stadium Santiago Bernabeu, di Madrid, Spanyol.

Sejak menjadikan dia idola, saya selalu berangan-angan bisa pergi ke Madrid sejak SMP. Bahkan saya pernah menemukan buku di toko buku, yang berisi tips dan trik travelling ke Spanyol. Kebetulan, sang penulis juga Madridista dan mampir ke Santiago Bernabeu. Dia menceritakan secara detil, harga dan nama tempat yang dikunjungi. Ditambah lagi, dia adalah seorang muslim, saya semakin tahu lebih detil di mana saya mesti beribadah saat itu. Dalam bukunya, dia juga menyebutkan kalau saat itu dia masih muda, sekitar berumur 25 tahun, dan dia sudah berhasil jalan-jalan ke tempat yang diinginkan.

Bagi bocah anak SMP, tentu menjadi salah satu semangat untuk bisa mewujudkan mimpi yang enggak biasa ini. Tapi sayang, saat itu saya benar-benar pemimpi, tanpa ada aksi ingin mewujudkannya. Saya enggak menabung dan malah menjalankan hidup seakan-akan tidak punya mimpi yang ingin diraih di masa depan. Alhasil, sampailah saya saat ini. Masih berharap bisa ke sana. 

Padahal setelah saya membaca buku travelling tersebut, saya sudah membuat itinerary, jika saya siap berangkat ke Madrid suatu saat nanti. Catatan tersebut masih tersimpan di blog saya ini. Namun tidak saya publikasikan, masih tersimpan di draft. Saya harap, suatu saat nanti semua jadwal dan nama-nama tempat yang sudah saya tulis di sana bisa menjadi kenyataan ya. 

Semoga saya bisa menapakan kaki di Santiago Bernabeu, tempat bersejarah bagi Iker Casillas. Pun saya enggak bertemu dengannya, saya bisa merasakan secara langsung bagaimana Casillas tampil di lapangan hijau di sana. 

Setelah bertahun-tahun tersimpan di dalam draft, tentu akan ada banyak perubahan angka dan tempat. Saya akan menambahkan beberapa tempat yang akan saya kunjungi kelak saat berhasil mengunjungi Madrid. Salah satunya adalah restoran Casillas. Iya, baru-baru ini dia buka restoran. Hal ini membuat saya lebih semangat untuk lebih sering menabung, agar cita-cita saya satu ini bisa tercapai.

Semoga Tuhan mengizinkan saya untuk ke tempat-tempat yang telah saya ceritakan di sini ya. Sampai berjumpa di #30DaysWritingChallenge, besok!


Comments

Popular Posts